Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
Hendaklah kamu sepikir, sehati, sejiwa, satu dalam kasih ::>>Voice of Walak Student ::>> Naor Lano. Diberdayakan oleh Blogger.

    Reggae is My Life

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg
     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    One People One Soul

    Tampilkan postingan dengan label kabupaten walak. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label kabupaten walak. Tampilkan semua postingan

    Perempuan Walak Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua


    Perempuan Walak Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

     Wamena - Perempuan Walak mempunyai komitmen yang kuat untuk menjadi agen perubahan bagi daerah yang dicintainya terutama kabupaten Jayawijaya, karena kegiatan yang dilakukan kaum perempuan suku Walak  sangat bermanfaat dalam pelaksanaan pembangunan, karena mempunyai kreatifitas yang baik sebagai seorang perempuan.

    Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH saat membuka  acara Seminar Perempuan Suku Walak Se Provinsi Papua yang berlangsung di Gedung Tongkonan Wamena diikuti 500 peserta dari 7 wilayah, Senin (13/10).

    Bupati Jayawijaya turut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas daya upaya perempuan suku Walak yang telah melaksanakan kegiatan secara swadaya, hal itu membuktikan bahwa kaum perempuan dewasa ini telah diperhitungkan keberadaannya dalam pelaksanaan pembangunan. “Kaum perempuan tidak lagi dianggap sebagai kaum yang lemah, namun generasi penerus Kartini ini mampu menunjukkan jati dirinya sebagai wanita yang handal dan profesional,” ungkap Bupati Wempi.

    Menurutnya,pelaksanaan seminar kali ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam kapasitasnya sebagai pelaku pembangunan, supaya terampil dalam berbagai bidang usaha yang menghasilkan dan menguasai dunia teknologi serta mampu dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

    Sementara itu ketua panitia Ny.Yuli Wenda, SE melaporkan kegiatan yang digelar selama 3 hari (13-15) dapat memberikan kesempatan berprestasi dalam membangun dan meningkatkan  kemampuan dalam dunia usaha, birokrasi, pemerintah maupun swasta, serta pengakuan hak, derajat dan pelimpahan wewenang kepada perempuan suku Walak untuk dapat  memimpin secara baik dan benar serta mampu menjaga hubungan yang harmonis, selaras, dinamis, dan berkesinambungan.
    Selain itu kegiatan ini juga untuk memperjelas status keaktifan dan peran serta dari kaum perempuan suku Walak yang memiliki karakter berbeda namun memiliki potensi  yang sama dengan perempuan suku-suku lainnya, dengan membangun sebuah prinsip bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah dan harus lebih dihargai serta menjaga apapun yang diwariskan leluhur.

    Watikam Post : Masyarakat Suku Walak Papua

    Masyarakat Suku Walak Papua

    Masyarakat Suku Walak Papua
    +Masyarakat +suku +Walak sangat merindukan +Alkitab dalam +bahasa mereka.

    Hal ini telah diusahakan Tim +Penerjemah Alkitab yang sedang bekerja, baru selesai Kitab +Markus, +Yohanes, +Kisah Para Rasul dan +Matius. Diharapkan dalam satu bulan ini +Lukas akan selesai juga. Ini berarti tinggal beberap Kitab lain. 
    Banyak tantangan yang di hadapi tim tapi sampai hari ini, masih bekerja aktif. Hasil yang sudah dikerjakan, khususnya Kitab +Yohanes, Kisah Para Rasul dan Lukas, akan mengadakan pemeriksaan dengan konsultan dari +Lembaga Alkitab Indonesia. Dalam hal ini Konsultannya adalah +Dr. Wenas Kalangit.
    Hal-hal yang perlu didoakan: Derbe ada kesulitan dengan Komputer. Karena itu tidak kerja sekarang. Kami perlu sewa kompu terdalam waktu dekat sebelum komputernya akan tiba dari LAI dalam akhir bulan ini. 

    Martinus dan saya sedang edit terjemahan Injil Markus. Harap dalam bulan ini selesai dan bulan depan ceking lalu print pada nopember untuk Injil Markus dan Matius.
    Doakan terus dalam situasi ini. 
    Tanggal 19 Juli-1 Agustus, akan ada pemeriksaan terjemahan Alkitab Bahasa Walak. Perlu dukungan doa supaya Tuhan memberikan kekuatan dan kesehatan. Terutama hikmat dan akal budi untuk memahami Injil Tuhan secara baik.

    Foto-foto yang ada adalah pemeriksaan yang pertama untuk Kitab Markus.



    Senin,

    UMA WENE
    Dalam blog Uma Wene ini, anda akan temukan berita-berita pelayanan di Suku Walak, Provinsi Papua, Indonesia. Pelayanan yang sedang kami lakukan adalah tentang: Penerjemahan Alkitab, Pendidikan Keaksaraan, Pengembangan Masyarakat, dan Penelitian Bahasa.  Selain ini, akan ada berita-berita seputar suku Walak dan juga orang Papua pada umumnya. Dan juga kami selalu akan memperbaharui rencana kerja kami sehingga teman-teman yang mendukung pelayanan kami dapat mendokan dan memantau pergerakan kerja kami.
     

    Rencana pemeriksaan itu akan terjadi pada tanggal 20-25 Mei 2013 ini. Harap akan berjalan sesuai rencana. Mohon dukungan doa.
     

    Walak Post : Pemekaran Kabupaten Walak di Papua

     MAU DAN TIDAK, WALAK HARUS MINTAH KABUPATEN BARU, BUKAN PERGESERAN KABUPATEN, TAPI MINTA OTONOM BARU!!!!


    Pemekaran Kabupaten Walak
    MENGAPA SELURUH INTELEKTUAL (CENDIKIAWAN) WALAK JADI SATU MINTAH PEMEKARAN/ MINTAH DAERAH OTONOM BARU PADA HAL SEBENARNYA TIDAK SETUJU ADANYA PEMEKARAN KABUPATEN TAPI MENGAPA ???
    JAWABANNYA SBB:

    1. TAHUN2 MENDATANG TERJADI PEMEKARAN BALIM CENTER, MAKA 4 DISTRIK SECARA TIDAK LANGSUNG AKAN TERGABUNG DENGAN KABUPATEN BALIM CENTER YAITU ANTARA LAIN: BOLAKME, TAGIME, JALENGGA DAN KORAGI.....

    2. TERJADI PEMEKARAN OKIKA, MAKA 1 DISTRIK AKAN HILANG YAITU DISTRIK BUGI,KARENA KABUPATEN OKIKA BATAS WILAYAHNYA SAMPAI DI MANDA....

    3. SEMENTARA 2 DISTRIK BERHASIL DICURI OLEH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH YAITU ILUGA DAN ERAGAYAM...

    4. ORANG WALAK TIDAK BERTINDAK,MAKA SUKU WALAK AKAN DICABIK SANA-SINI SAMPAI TIDAK ADA BEKAS,ARTINYA SUKU KITA AKAN MUSNAH....

    DENGAN DEMIKIAN, SUKU WALAK SEKARANG DIPERINGATKAN HARUS BERTINDAK MULAI SAAT INI, UNTUK MINTA ADANYA PEMEKARAN DI DAERAH WALAK......

    CATATAN: MAU DAN TIDAK, WALAK HARUS MINTAH KABUPATEN BARU, BUKAN PERGESERAN KABUPATEN, TAPI MINTA OTONOM BARU!!!!

    SALAM DAN TERIMA KASIH
    YESUS TOLONG BERI PENGERTIAN KEPADA KAMI...
    wALAK....WALAK...WALAK...WALAK...WALAK..

    Radar Walak : Sudah Saatnya Suku Walak Dimekarkan

    Sudah Saatnya Suku Walak Dimekarkan


    http://www.hmpw-sejayapura.blogspot.com/
    JAYAPURA - Kepala Suku Walak, Petrus Mabel, S.Pd., M.Si., mengatakan, sudah saatnya wilayah Suku Walak dimekarkan menjadi satu daerah otonom baru, karena telah memenuhi syarat. Dorongan pemekaran itu telah mencuat dari masyarakat Suku Walak, yang dicetuskan 800 lebih Kaum Perempuan Asal Suku Walak dan disampaikan dalam Seminar Pemberdayaan Perempuan Suku Walak di Aula Pertanian Yahim Sentani, 31 Oktober 2013.

    Acara ini dihadiri langsung Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H.
    Dalam sambutan Gubernur Lukas Enembe, S.I.P., M.H., menyatakan, menerima usulan pemekaran wilayah Suku Walak tersebut, namun, Gubernur Lukas Enembe menyarankan untuk mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada, guna aspirasi itu dijawab dengan baik. Dan tentunya selaku kaum intelektual Suku Walak berupaya untuk melaksanakan saran Gubernur Lukas Enembe tersebut.

    Suku Walak sendiri berada pada posisi tengah suku-suku lain di wilayah Pegunungan Tengah. Pada bagian Timur Suku Yali, bagian barat Suku Lany, bagian utara Suku Gem, dan bagian Selatan Suku Nayak. Meski Suku Walak adalah Suku Kecil, namun mempunyai wilayah yang cukup luas yang terbagi dalam wilayah Balima, Wolo, Iluga, dan Winamaregean di Jayawijaya dan Mamberamo Tengah. Dan suku-suku tersebut sudah menjadi kabupaten sendiri, sedangkan Suku Walak belum, dan ini yang akan diperjuangkan pihaknya.

    “Pemekaran ini sudah lama dirindukan rakyat Suku Walak. Kriteria menjadi otonom baru, itu memenuhi syarat, wilayah luas, SDA lebih kaya dari kabupaten lain yang sudah terbentuk, SDM juga sudah tersedia, kami punya sarjana dari diploma sampai doktor, pejabat eselon juga sudah ada yang tersebar di kabupaten lain,” ungkapnya dalam keterangan persnya kepada Bintang Papua, di usai pertemuan Kepala-Kepala Suku, dan Tokoh Masyarakat Suku Walak Afresto Cafe Abepura, Minggu, (03/11).
    Terhadap hal itu, terhadap suku-suku lain di luar suku Walak, terutama yang ada di wilayah Pegunungan Tengah, diharapkan turut memberikan rekomendasi bagi berdirinya Walak menjadi Kabupaten daerah otonom baru.

    Dijelaskannya, Walak adalah nama sebuah suku yang ada di Pegunungan Papua. Walak juga disebut sebagai nama bahasa. Orang Walak memiliki 5 wilayah adat, yaitu Wilayah Badlima, Wilayah Wolo, Wilayah Ilugwa, Wilayah Eragayam. Dan secara pemerintahan orang Walak memiliki 7 distrik yang terdiri dari dua distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah (Distrik Eragayam dan Distrik Ilugwa), dan lima distrik di Kabupaten Jayawijaya (Distrik Wolo, Distrik Bugi, Distrik Yalengga, Distrik Biri dan Distrik Koragi).
    Jumlah penduduk suku ini diperkirakan 935.000 jiwa yang tersebar di beberapa distrik pada dua kabupaten itu (Tidak termasuk mereka yang ada di Jayapura, dan Timika. Jika jumlah tersebut ditambah dengan orang Walak di Jayapura dan di Timika, maka diperkirakan 1.550 jiwa lebih).

    Ditandaskannya, dari seminar tiga hari tersebut telah melahirkan beberapa rekomendasi, yaitu rekomendasi dibidang politik, rekomendasi dibidang ekonomi dan religi serta sosial kemasyarakatan. Sehubungan dengan itu mereka juga merekomendasikan kepada perempuan Walak di Wamena sebagai basis Suku Walak untuk menyelenggarakan Seminar Perempuan Walak untuk mengejar target-target dari rekomendasi seminar perempuan Walak di Jayapura. Seminar Perempuan Walak tahun berikut akan diselenggarkan pada tahun 2014 di Wamena. Diantaranya, (1) Bidang politik, yaitu meminta rekomendasi pemekaran kabupaten baru yaitu Kabupaten Walak. (2) Bidang pendidikan: perempuan mengambil Magister maupun doctor hingga keluar negeri. (3) Bidang Ekonomi: Perempuan Walak mampu berusaha bergerak dibidang bisnis. Meminta modal kepada pemerintah untuk memulai usaha. (4) Bidang Agama: Orang Walak harus tahu sumbernya, yaitu mengandalkan Tuhan dalam segala lakunya. Tingkatkan pendidikan di bidang teologi. (5) Mereka minta pak Gubernur memberikan modal usaha kepada ibu-ibu walak yang bergerak dibidang bisnis seperti penjual pinang dan pemelihara ternak babi. (6) Meminta bapak Gubernur untuk memperhatikan beberapa kader yang memenuhi syarat untuk diterima dalam kabinetnya di provinsi Papua. Ditempat yang sama, Tokoh Masyarakat Suku Walak, Boby Siep Waga, menyampaikan, dalam seminar tersebut, dirinya melihat bahwa usulan pemekaran itu itu benar-benar rencana Tuhan, karena Gubernur turut hadir dan memberikan tanggapan yang sangat positif.

    Selain alasan pada umumnya untuk pemekaran, tapi juga alasan lain yang patut menjadi pertimbangan Gubernur Lukas Enembe bahwa banyak anak-anak suku Walak yang telah lulus sarjana mulai dari diploma sampai doktor, namun umumnya bekerja di daerah lain, dan ada pula yang melamarkan pekerjaan namun tidak diterima, sehingga dengan adanya pemekaran itu, anak-anak Suku Walak kembali mengabdi dan membangun daerahnya sendiri. Senada dengan itu, salah satu Kaum Intelektual Suku Walak lainnya, Dr. Arius Togotly, S.Pd., M.Kes., menuturkan, para intelektual, sepakat dan sangat setuju untuk Walak menjadi daerah otonom baru, dengan nama Kabupaten Walak.

    “Kami sampaikan bahwa kami sebagai akademik, dan kami ikuti sama-sama untuk menentukan wilayah ini. Saya sangat menghargai dan terima kasih kepada perempuan Walak yang mempunyai kemampuan yang menyampaikan aspirasi dan menamai kabupaten Walak ini kepada Gubernur Papua. Kaum perempuan Walak telah SDM yang luar biasa, maka saat Perempuan Walak bicara pemekaran Kabupaten Walak itu. Kami siap membangun itu,” paparnya.

    Sementara itu, Kepala Suku, Woro, Iri, dan Bugi, Darius Togotly, menegaskan, dirinya langsung dari Wamena untuk mengikuti kegiatan Seminari Perempuan Walak tersebut, dan turut memberikan dukungan penuh atas aspirasi pemekaran yang disampaikan oleh perempuan dan rakyat Suku Walak.

    Untuk itulah, dirinya mewakili ketiga suku meminta kepada Bupati Jayawijaya, dan Bupati Mamberamo Tengah, untuk memberikan rekomendasi dukungan untuk Walak dimekarkan menjadi kabupaten tersendiri.
    Hal lainnya, Tokoh Agama Suku Walak, Pdt. Edy Togotly, S.Th., berkomitmen bersama seluruh rakyat Suku Walak untuk turut memperjuangkan lahirnya kabupaten otonom baru bagi Suku Walak melalui jalur-jalur resmi yang ada sebagaimana diarahkan oleh Gubernur Lukas Enembe.

    “Kami minta dukungan dan restu dari saudara-saudara kami yang ada di Papua, karena kami punya hak yang sama, karena kami penuhi persyaratan, dan itu sudah ada. Kami sudah punya pegangan kuat, karena aspirasi kami sudah diterima oleh Gubernur Lukas Enembe, maka kami akan lakukan pertemuan berikutnya untuk membahas tahapan-tahapan yang kami lakukan untuk perjuangkan kabupaten Walak ini menjadi kabupaten otonom baru. Kami percaya Walak diberikan Tuhan kepada kami,” pungkasnya.

    Sekadar diketahui, dalam kegiatan Seminar lalu, ada sejumlah hal yang dilaksanakan, yakni, pameran kreaktivitas orang Walak, seperti noken Papua, berbagai jenis bunga dan pot bunga, wig dan 6 judul buku yang ditulis oleh beberapa orang Walak seperti buku Fonologi bahasa Walak, Kutuk atau Berkat, Otsus Papua tidak Jelas dalam implementasinya.(nls/don/l03/@dv) 

    Sumber Berita : Bintang Papua

    HMPW News : Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak

    Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak


    Pemekaran Kabupaten WALAK Papua
    Akhirnya Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak. Menurutnya pemekaran Kabupaten adalah hal penting yang harus dipikirkan bersama antara pemerintah Daerah dengan masyarakt, sebab pemekaran pada hakekadnya untuk memperpendek pelayanan pembangunan publik terhadap masyarakat . lebih khusus suku Walak itu sendiri harus mulai pikirkan dari sekarang, bagiamana suku2 lain atau darah keliling suku Walak banyak yang mau memekarkan, seenarnya di Daerah walak harus ada satu Kabupaten sebab dilihat dari geografisnya, walak wajar/layak sebuah Kabupaten baru yang akan menjadi panutan jati diri orang Walak disitu.

    Gubernur Papua memberikan kesempatan kepada Tim pemekaran untuk mengejar ketertinggalan perlengkapan administrasi pemekaran untuk seegerah melengkapi. Thanks kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Atas kasih dan kemurahannya, karena semuanya terjadi bukan karena kelebihan Timm, Kehebatan Tim, kepintaran Tim tapi semata-mata hanya oleh karena kasih dan Kemurhan Tuhan itu sendiri, waa...waa...waa..waaa..

    Kabupaten Walak Papua

    Voice Of Walak - Kabupaten Walak Papua

    Walak Elege Malang Jawa Timur
    Di Tanah ini tidak ada yang susah......
    Namun dalam rintihan ini kami sampaikan pesan kepada kayalak orang walak bahwa mari kita menentukan jatidiri kita kepada anak negeri lain di negeri ini, mulai dari buka hati kita, buka mata kita, buka diri kita sampai melepaskan semua kutukan yang lengket pada orang Walak...memang di negeri ini tidak ada yang susah tapi kayaknya orang Walak semakin susah dan semakin sulit untuk menghapuskan air mata dan air keringat (tra akan berhenti), memang airmata dan keringat orang Walak akan mengalir terus-menerus dan seterus-menerusnya... atau kah akan berhenti aliran air ini, atau siapakah yang dapat menghentikannya??? mungkin suku lain yang datang dan menghentikan semua air mata dan keringat orang Walak, kami orang walak harus mampu menghentikan semua ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini,......


    Mari saudara dan saudari ku Intelektual, Tokoh, kepala2 suku dan semua adik2 Mahasiswa Walak sebagai Kader leluhur orang Walak, BUKAN SIAPA-SIAPA TAPI ANDA SUDAH ORANGNYA, KAPAN LAGI KALAU BUKAN SEKARANG, DIMAN LAGI KALAI BUKAN SINI, KINI SAATNYA ANDA HARUS BERTINDAK DAN BERTINDAK...SEBAB KEBANGKITAN ORANG WALAK MULAI DARI ORANG WALAK JUGA, ORANG WALAK AKAN MENJADI PENOLONG DITENGAH-TENGAH ORANG WALAK JUGA, BIARPUN ENGKAU BERGABUNG DENGAN SUKU LAIN TAPI SUKU LAIN PASTI KATAKAN ENGKAU ORANG WALAK, ORANG WALAK MEMANG BEDA, ORANG WALAK MEMANG SAMA DENGAN SUKU LAIN TAPI BEDA DAN MEMANG BEDA....................................................................
    MULAI HARI INI, MARI KITA RENUNGKAN UNTUK MERDEKA ORANG, ORANG WALAK HARUS BICARA TENTANG KEMERDEKAAN, ORANG WALAK HARUS BICARA TENTANG KEMERDEKAAN ORANG WALAK, ORANG WLAK HARUS BICARA KEBEBASAN ORANG WALAK, ORANG WALAK HARUS MENENTUKAN NASIBNYA YANG JELAS, JANGAN TAKUT BICARA TENTANG KEMERDEKAAN ORANG WALAK, BARU KITA BISA MERDEKA, MERDEKA ADA DI UJUNG JARI....KITA BICARA KEMERDEKAAN WALAK DULU BARU KITA BICARA KEMERDEKAAN PAPUA .......................................
    MERDEKA....................................................................
    TUHAN PASTI AKAN BERIKAN KEMERDEKAAN UNTUK KITA SEMUA....
    WALAK...
    WALAK....
    ------------------------GBU------------------------

    Pemanfaatan tumbuhan oleh suku Walak di Kecamatan Kelila Kabupaten Jayawijaya

    Pemanfaatan tumbuhan oleh suku Walak di Kecamatan Kelila Kabupaten Jayawijaya
    Research Report from IJPTUNCEN / 2001-07-17 09:32:00
    Oleh : Verena Agustini S., Dra., M.Sc, FKIP - UNCEN
    Dibuat : 1998-08-28, dengan 0 file

    Keyword : Tumbuhan, suku Walak, Kelila
    Subjek : Etnobotani
    Nomor Panggil (DDC) : PU 306.349 Agu
    Pemanfaatan summer daya alam tumbuhan oleh masyarakat suku Walak di Kecamatan Kelila, Jayawijaya telah dipelajari. Suku Walak merupakan salah satu suku diantara banyak suku yang ada di kabupaten Jayawijaya. Seperti umumnya masyarakat tradisional lain, masyarakat Walak juga banyak memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuban hidupnya.
    Ada 64 jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan sekitar kecamatan Kelila yang dimanfaatkan oleh masyarakat Walak. 12 jenis belum teridentifikasi nama ilmiahnya. Sekitar 30 jenis digunakan suku Walak untuk membuat alat (tools) dan senjata yang umumnya untuk berburu dan berladang seperti panah, tombak, dan alat untuk menggali tanah. Masyarakat Walak juga memanfaatkan tumbuhan untuk obat-obatan, pewarna, bahan pangan baik makanan pokok maupun tambahan, serta untuk keperluan upacara ritual.
    Tumbuh-tumbuhan tersebut sebagian besar tumbuh secara alami di hutan sekitar tempat mereka tinggal, hanya sebagian kecil yang merupakan tanaman yang dibudidayakan.
    Deskripsi Alternatif :

    Pemanfaatan summer daya alam tumbuhan oleh masyarakat suku Walak di Kecamatan Kelila, Jayawijaya telah dipelajari. Suku Walak merupakan salah satu suku diantara banyak suku yang ada di kabupaten Jayawijaya. Seperti umumnya masyarakat tradisional lain, masyarakat Walak juga banyak memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuban hidupnya. Ada 64 jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan sekitar kecamatan Kelila yang dimanfaatkan oleh masyarakat Walak. 12 jenis belum teridentifikasi nama ilmiahnya. Sekitar 30 jenis digunakan suku Walak untuk membuat alat (tools) dan senjata yang umumnya untuk berburu dan berladang seperti panah, tombak, dan alat untuk menggali tanah. Masyarakat Walak juga memanfaatkan tumbuhan untuk obat-obatan, pewarna, bahan pangan baik makanan pokok maupun tambahan, serta untuk keperluan upacara ritual.
    Tumbuh-tumbuhan tersebut sebagian besar tumbuh secara alami di hutan sekitar tempat mereka tinggal, hanya sebagian kecil yang merupakan tanaman yang dibudidayakan.

    PropertiNilai Properti
    ID PublisherIJPTUNCEN
    OrganisasiFKIP - UNCEN
    Nama KontakSungkana hadi
    AlamatWaena
    KotaJayapura
    DaerahJayapura
    NegaraIndonesia
    Telepon
    Fax
    E-mail Administratoracshadi@jayapura.wasantara.net.id
    E-mail CKOacshadi@jayapura.wasantara.net.id
    Print ...
    Kontributor...
    • Editor: superuser@ijptuncen
     
     photo 10157336_236740293197660_4426391203945210162_n_zps38b20ecb.jpg
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif