Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
Hendaklah kamu sepikir, sehati, sejiwa, satu dalam kasih ::>>Voice of Walak Student ::>> Naor Lano. Diberdayakan oleh Blogger.

    Reggae is My Life

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg
     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    One People One Soul

    Tampilkan postingan dengan label perempuan walak. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label perempuan walak. Tampilkan semua postingan

    Besok, Novelis Pertama Perempuan Papua Akan Tour ke Kampus Uncen

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua


    Aprilla R.A Wayar saat menunjukkan dua karyanya. Foto: Ist .

    Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Novelis pertama perempuan Papua, Aprilla R.A Wayar  mengatakan, pihaknya akan melakukan tour ke beberapa kampus di kota Jayapura untuk melihat antusiasme mahasiswa, diskusi dan mengenalkan dua novel karyanya berjudul "Mawar Hitam Tanpa Akar" dan "Dua Perempuan".

    "Besok, Senin (31/03/2014) saya akan tour ke Uncen (Universitas Cenderawasih:red). Saya ingin melihat antusiasme mahasiswa Papua terhadap karya sastra sekaligus diskusi dan mengenalkan dua karya saya," tuturnya kepada majalahselangkah.com di Jayapura, Minggu (30/03/2014)

    Setelah di Uncen, pada Rabu (02/04/2014) mendatang, Aprila akan melakukan perjalanan yang sama ke kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura. Selanjutkan akan dilakukan ke beberapa kampus, tetapi jadwal tour belum ditentukan.

    "Saya berharap ada hubungan kerja sama yang dibangun oleh kampus-kampus yang berada di kota Jayapura bersama saya dan beberapa teman-teman penulis buku agar generasi muda khususnya generasi muda Papua benar-benar mulai menulis tentang apa yang mereka lihat dan rasakan di atas Tanah ini," harap wartawati di tabloidjubi.com itu. 

    Diketahui, karya pertama, "Mawar Hitam Tanpa Akar" Aprilia berhasil mengulas kisah keluarga muda kelas menengah Jayapura dengan segala dinamika kehidupan, mulai dari percintaan sampai kaitan-kaitan dengan persoalan-persoalan politik yang dialami masyarakat Papua.

    Sedangkan pada novel berjudul "Dua Perempuan" ia mengulas tentang kisah cinta Pemuda Papua dengan gadis Timor Leste dan budaya patriarkhi di Papua. (Theresia F. Tekege/MS)
    Editor : Yermias Degei

    Perempuan Walak Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua


    Perempuan Walak Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

     Wamena - Perempuan Walak mempunyai komitmen yang kuat untuk menjadi agen perubahan bagi daerah yang dicintainya terutama kabupaten Jayawijaya, karena kegiatan yang dilakukan kaum perempuan suku Walak  sangat bermanfaat dalam pelaksanaan pembangunan, karena mempunyai kreatifitas yang baik sebagai seorang perempuan.

    Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH saat membuka  acara Seminar Perempuan Suku Walak Se Provinsi Papua yang berlangsung di Gedung Tongkonan Wamena diikuti 500 peserta dari 7 wilayah, Senin (13/10).

    Bupati Jayawijaya turut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas daya upaya perempuan suku Walak yang telah melaksanakan kegiatan secara swadaya, hal itu membuktikan bahwa kaum perempuan dewasa ini telah diperhitungkan keberadaannya dalam pelaksanaan pembangunan. “Kaum perempuan tidak lagi dianggap sebagai kaum yang lemah, namun generasi penerus Kartini ini mampu menunjukkan jati dirinya sebagai wanita yang handal dan profesional,” ungkap Bupati Wempi.

    Menurutnya,pelaksanaan seminar kali ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam kapasitasnya sebagai pelaku pembangunan, supaya terampil dalam berbagai bidang usaha yang menghasilkan dan menguasai dunia teknologi serta mampu dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

    Sementara itu ketua panitia Ny.Yuli Wenda, SE melaporkan kegiatan yang digelar selama 3 hari (13-15) dapat memberikan kesempatan berprestasi dalam membangun dan meningkatkan  kemampuan dalam dunia usaha, birokrasi, pemerintah maupun swasta, serta pengakuan hak, derajat dan pelimpahan wewenang kepada perempuan suku Walak untuk dapat  memimpin secara baik dan benar serta mampu menjaga hubungan yang harmonis, selaras, dinamis, dan berkesinambungan.
    Selain itu kegiatan ini juga untuk memperjelas status keaktifan dan peran serta dari kaum perempuan suku Walak yang memiliki karakter berbeda namun memiliki potensi  yang sama dengan perempuan suku-suku lainnya, dengan membangun sebuah prinsip bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah dan harus lebih dihargai serta menjaga apapun yang diwariskan leluhur.

    Seminar Memperjelas Peran Perempuan Suku Walak

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua
    Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo ketika memberi bantuan kepada Ikatan Suku Walak (Iswal) dalam seminar, Senin (13/10) – Jubi/Islami
    L Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo ketika memberi bantuan kepada Ikatan Suku Walak (Iswal) dalam seminar, Senin (13/10) – Jubi/Islami

    Seminar Memperjelas Peran Perempuan Suku Walak

    Penulis :
    CUNDING LEVI
    Wamena, Jubi – Untuk lebih memperjelas status keaktifan pengurus, peran, dan memperjelas status hak serta kewajiban perempuan Suku Walak, maka Ikatan Suku Walak (Iswal) menggelar Seminar Perempuan Suku Walak Se-Propinsi Papua.

    Seminar yang dilaksanakan di Gedung Tongkonan, Wamena, Senin (13/10) tersebut, diikuti 500 peserta perempuan dari tujuh wilayah yakni, wilayah Wamena, Ilugua, Wollo, Eragayam, Barlima, Jayapura dan Timika. Acara ini juga dihadiri Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo yang sekaligus membuka kegiatan seminar perempuan Suku Walak.

    Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Suku Walak, Selesina Doga mengatakan, setiap perempuan Suku Walak yang mendiami daerah suku walak serta menggunakan bahasa Walak telah bersatu hati untuk menyatakan sikap dan kesetiannya, melalui persekutuan yang dibangun bertahun-tahun.
    Di mana, perempuan Suku Walak memiliki karakter yang berbeda namun memiliki potensi yang sama dengan perempuan pada suku-suku lainnya.

    “Perempuan Suku Walak terus membenahi diri sebagi masyarakat yang maju dalam perkembangan era saat ini, dengan demikian perempuan Walak tengah berusaha dan menyadari untuk menemukan maksud-maksud yang tersembunyi melalui berbagai kegiatan, karena perempuan suku walak telah membangun sebuah prinsip hidup bahwa hidup ini adalah anugerah dan harus lebih menghargai hidup,” kata Doga dalam sambutanya.
    Diakui Doga, untuk saat ini perempuan Suku Walak diharuskan dapat membangun kerjasama dan koordinasi dengan perempuan suku lainnya melalui wadah ikatan perempuan suku walak, dengan tujuan dan cita-cita untuk membangun dan mengurus semua kepentingan orang Walak yang mendiami berbagai wilayah.
    Dikatakan, pada dasar dan kenyataannya menunjukan, perempuan Walak bukan bagian dari Suku Walak karena yang mengatur rumah tangga ialah hanya diperioritaskan oleh kaum laki-laki tanpa melibatkan perempuan.

    Sebagai perempuan Suku Walak, katanya, perempuan Suku Walak menyadari adanya faktor yang mempengaruhi hal ini terjadi diantaranya faktor pendidikan, kesehatan, adat dan budaya, serta orang tua lebih memberikan kebebasan kepada pria untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
    “Kepercayaan perempuan lebih rendah dari pada kepercayaan yang diberikan kepada laki-laki, serta pendapat laki-laki lebih diutamakan dari pada perempuan padahal konsep kemitraan perempuan dan laki-laki sebernarnya itu sama,” ujarnya.

    Untuk itu, melalui seminar ini dapat memberikan arti sebagai upaya peningkatan kemampuan perempuan dalam pembangunan kapasitas dan keterampilan agar mampu meraih akses dan penguasaan teknologi serta pengambilan keputusan.

    Sementara itu Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo mengungkapkan, pemerintah memberikan apresiasi pada kegiatan yang dibuat oleh kaum perempuan suku walak.
    Menurutnya, seminar seperti ini harus dapat diikuti oleh perempuan suku yang lainnya, dimana perempuan suku walak mempunyai komitmen yang kuat untuk menjadi agen perubahan bagi daerah yang dicintainya terutama di Kabupaten Jayawijaya.

    “Kegiatan yang dilakukan oleh perempuan Suku Walak ini sangat bermanfaat banyak dalam pembangunan, karena perempuan suku walak memiliki kreatifitas yang baik sebagai seorang perempuan,” papar Bupati kepada wartawan usai membuka seminar.

    Dalam mendukung kegiatan perempuan suku walak yang sedang berjalan, Bupati Jayawijaya memberikan sumbangan dana pendukung kegiatan serta dalam waktu dekat akan diberikan bantuan berupa kendaraan guna mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan serta dapat digunakan untuk kegiatan lainnya terutama kegiatan Perempuan suku walak. (Islami)
     
     photo 10157336_236740293197660_4426391203945210162_n_zps38b20ecb.jpg
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif