Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
Hendaklah kamu sepikir, sehati, sejiwa, satu dalam kasih ::>>Voice of Walak Student ::>> Naor Lano. Diberdayakan oleh Blogger.

    Reggae is My Life

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg
     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    One People One Soul

    Tampilkan postingan dengan label rakyat papua barat. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label rakyat papua barat. Tampilkan semua postingan

    Papua : Jangan mudah dibohongi !

    Papua : Jangan mudah dibohongi !

    ruben magai
    Masyarakat Papua kembali dibuat bingung oleh beberapa orang yang mengaku sebagai pejuang rakyat Papua. Berbagai agenda terus menghantui dan membuat resah masyarakat Papua, dari mulai meminta dukungan aksi hingga meminta dukungan dana sebagai bentuk turut serta memperjuangkan Papua merdeka. 

    Engelbert Ch. W. Surabut, SE, M. Si., dan Elly Sirwa, yang mengklaim dirinya sebagai ketua dan sekretaris panitia Hut ke – II Deklarasi Pemulihan Bangsa Papua Barat pada tanggal 19 Oktober 2011 s.d 19 Oktober 2013, mengeluarkan surat tertanggal 30 September 2013, dalam meminta sumbangan dana. Besarnya pungutan sumbangan sukarela yang dipungut ke masyarakat Papua sebesar Rp. 5.000 s.d Rp. 50.000 per orang. 

    Dalam surat edarannya, pemungutan sumbangan dilakukan dengan alasan karena panitia merasa sangat kekurangan dalam hal finansial, sehingga guna melancarkan dan meringankan kerja-kerja atau menyukseskan kegiatan Hut ke – II Deklarasi Pemulihan Bangsa Papua Barat, maka panitia sangat membutuhkan pembiayaan.

    Rencana tersebut kemudian diperjelas Markus Haluk (Sekretaris Nasional NFRPB) terkait penyerahan surat terbuka dari Forkorus Yoboisembut, S. Pd., yang menyebut dirinya sebagai Presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), perihal ucapan terimakasih kepada The Right Honourable Moana Carcasses Kalosi Prime Minister Of The Republic of Vanuatu in Port Villa, Vanuatu dalam rangka sidang umum PBB tahun 2013 sesi debat umum ke 68 pada 28 September 2013 di markas besar PBB New York Amerika Serikat, tegas Markus Haluk dalam jumpa pers di Jayapura (2/10). 

    Namun disisi lain, dengan melakukan hal yang sama ada seruan aksi demo damai Komite Nasional Papua Barat pada 16 Oktober 2013, untuk menghimpun dana dalam rangka mendukung perayaan Hari Jadinya Internasional Parliamentarians for West Papua (IPWP/ILWP) tanggal 15 Oktober 2008 sebagai perkumpulan Parlemen-parlemen Papua Barat dengan melakukan aksi demo damai di seluruh tanah Papua dari Sorong sampai Merauke. 

    Aksi-aksi kelompok ini mengundang kecurigaan karena sangat bertentangan dengan seruan moral Pastor Amandus Rahadat (Pastor Plebanus Gereja Katedral Timika) kepada seluruh umat Katolik di wilayah Mimika, bersamaan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 10 Oktober di Mimika, menghimbau masyarakat “agar menggunakan hati nurani untuk menggunakan hak pilihnya terhadap pilihan pemimpin yang bersih, mempunyai ahlak moral yang pantas dicontoh, tidak pembohong, gelar akademis yang dapat dibuktikan dan tidak menggunakan uang rakyat untuk memperkaya diri”, tegas Pastor Amandus Rahadat di Timika (7/10). 

    Hal senada dari seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Internasional dari Universitas terkemuka di Jayapura, menanggapi seruan-seruan NFRPB dan KNPB, sebagai perilaku yang tidak pantas dicontoh dengan memperjual-belikan rakyat sendiri melalui berita-berita kebohongan. Membebani rakyat meminta-minta dana dengan kebohongan-kebohongan mereka, tegas Ruben sebutan Mahasiswa tersebut di Jayapura (10/10).
    Dia menambahkan, kegaiatan NFRPB dan KNPB adalah mimpi disiang bolong karena tidak satupun dapat dibuktikan. Kita lihat saja isu konvoi Kapal Fredom Frotila, sampai hari ini tidak ada wujudnya. Bahkan begitu memilukan seperti yang dialami masyarakat Merauke, kapal “KM Kalimutu” diberitakan sebagai Kapal Frotila, membuat masyarakat sangat kecewa karena merasa dibohongi. Demikian juga, berita mengenai Pembukaan Kantor Perwakilan OPM di London dan Belanda, dan sebenarnya adalah tempat kost-kostan mereka tapi disebut-sebut kantor perwakilan. 

    Tegasnya Ruben lagi, termasuk pernyataan Perdana Menteri Vanuatu di Sidang Majelis Umum PBB, yang diberitakan mendukung kemerdekaan Papua Barat, semakin membuka mata atas kebohongan-kebohongan yang mereka lakukan, lanjut Ruben. Dubes Jerman untuk PBB, Peter Wittig, yang memegang rotasi ketua Dewan Keamanan memimpin Sidang Umum Majelis Umum PBB di New York, menjelaskan bahwa “Fokus pertemuan dengan agenda membahas konflik Suriah, peran yang muncul dari Liga Arab sebagai aktor regional yang signifikan dan kontributor untuk resolusi konflik dan isu-isu Afghanistan, dan konflik antara Sudan dan Sudan Selatan, dan bagaimana melindungi anak-anak dalam konflik tersebut”. 

    Ruben mengingatkan agar masyarakat Papua supaya lebih hati-hati terhadap berita-berita yang di bawa-bawa oleh kelompok-kelompok tertentu. “Jangan mudah dibohongi dan lebih baik kita sama-sama bergandengan tangan untuk membangun Papua yang damai dan sejahtera, yang sudah di depan mata. Daripada kita ikut-ikutan terhadap kegiatan yang tidak jelas, yang malah menjeremuskan kita”, imbuh Ruben.

    SUKU WALAK ADALAH PENJAGA DAN AHLI WARIS TAMAN FIRDAUS ALLAH DI PAPUA SEBAGAI TAMAN EDEN

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua

    SUKU WALAKADALAH PENJAGA DAN AHLI WARIS TAMAN FIRDAUS ALLAH DI PAPUA SEBAGAI TAMAN EDEN
      Oleh : Merwan Wandikbo

    Walak merupakan salah satu sub suku bangsa dari Bangsa Papua terutama suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) sebagai Suku Prib...umi Pewaris Tanah Sorga di Bumi yang ditempatkan TUHAN di Kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-Suku Bangsa Pribumi Papua.
     
    Dalam konteks prahistor is Bangsa Papua, maka sesungguhnya Suku Walak menempati suatu Wilayah yang pernah dijadikan Ajang Perjamuan Minum dan Makan Sang Raja Damai dalam Kisah Mitos Suci Bangsa Papua (tepatnya Bolakme dan sekitarnya). Itulah Kebenaran WENE ASLI Bangsa Papua (hingga kini masih dibungkam tabirnya) yang terjadi pada Zaman Kehadiran SANG KOYEIDABA / KORERI / KOWEI – Raja Damai. Jadi Wilayah Iluga Wolo seringkali disingkat IWO atau IWEK – adalah Situs Sejarah Bangsa Papua yang telah mana dihapuskan ketika Missionaris Masuk ke Tanah Papua–melalui Wissel (Enarotali) akhir tahun 1930 dan menyebar hingga ke daratan Kawasan Pegunungan Tengah Papua–dalam Wilayah Central bergland Ondeerafdeeling (Pemerintahan Kerjaan Belanda)–yang kerapkali disebut–Middle New Guinea (Paniai–Oksibil) dalam peta politik Pemerintmahan Kerajaan Belanda di Tanah Papua.
     
    Bangsa Papua–termasuk di dalamnya Sub Suku Bangsa WALAK–merupakan Suatu Suku Bangsa Yang Besar sebagai suku–suku Bangsa yang dipercayakan dan diberikan Hak dan Mandat Otoritas langsung oleh UGATAME (bahasa Mee, Orang yang menciptakan/Melukis Dunia dan Manusia atau cosmos).
     
    Mandat dan Otoritas Allah ini diberikan dengan pelimpahan kewenangan untuk menjaga Cuplikan Tanah Sorga yang mana dibawa kabur ALLAH dari Taman Suci Allah yang secara geografis adalah Negara IRAK (Di Timur Tengah) yang dahulunya disebut PERSIA–karena pelanggaran Konstitusi Taman Eden. Irak dan Timur Tengah (Termasuk Tanah Suci Mekkah) adalah manipulasi suku-suku Persia dan bangsa – bangsa Barat dengan target mencari kekayaan ALLAH dengan memanfaatkan Kerajaan Allah di Timur Tengah untuk mencari devisa Negara. Semua itu Omong kosong. ISLAM atau KRISTEN adalah hasil rekayasa budaya barat dalam rangka mencari EMAS, KEMENYAN dan MUR dalam TOPENG Agama – Glory, Gospel dan Gold. TAPI Firman Allah atau SUARA ALLAH – itu benar karena ALLAH itu ROH dan KEBENARAN–Bukan Tukang TIPU dan Tukang CURI seperti bangsa–bangsa Eropah dan TimurTengah.

    Sorga bukan ada di Timur Tengah atau Tanah Mesir sana lagi. Sorga sudah dipindahkan Ugatame di Tanah ini. Tanah Papua adalah Tanah Suci. Bukan MEKKAH atau YERUSALEM bukan Tanah Suci. Disana itu adalah BEKAS TANAH SUCI yang sekarang sudah tiada lagi dan telah dipindahkan UGATAME melalui MALAIKAT KERUP (Penjaga Taman Firdaus) ketika TRAGEDI EDEN.
     
    Semua dilakukan bangsa–bangsa rakus dengan Kabar Baik Allah dijadikan ALAT bargainning untuk Mencuri Emas, Membunuh Bangsa Papua demi Membangun Kejayaan Negera Mereka.
    Bangsa Papua memiliki SEJARAH LURUS dan Bukan Bengkok Atas Mandat Allah Yang Transendental. Dan Sejarah Sudah Ada jauh sebelum INJIL diberitakan di Tanah ini. Bangsa Papua adalah Umat Pilihan Allah
    mmemiliki Hukum ADAT sebagai instrumen yuridis yang diberikan ALLAH untuk Menjaga Taman Firdaus Ini dari bangsa–bangsa Barat Yang Rakus

    Pranata Hukum TAURAT Bangsa Papua jauh lebih sempurna diatas segala hukum di dunia yang sudah dibukukan dan didokumentasi oleh Pusat Studi Kedaulatan dan Demokrasi Di Tanah Papua sebagai Hukum Dasar (Grond Wet) untuk menunju NEGARA TAHTA SUCI PAPUA RAYA.
     
    Kepadaku Bangsaku Walak di Tanah Air – Hanya kepadamu hendaknya suatu WENE bahwa: Sesungguhnya KALIAN PEWARIS DAN PENJAGA TAMAN FIRDAUS. Patuhilah Aturan Hukum Adat–sebagai Hukum Dasar Allah. Maka kamu akan bermur panjang di Tanah Sorga yang diberikan TUHAN kepada Kita sehingga kita akan menuju PAPUA RAYA dibawah Mandat Otoritas Allah Demi Kemerdekaan Bangsa Papua Raya di Tanah Papua sebagai Tanah Suci.
     
    Janganlah Kalian mengikuti HUKUM Bangsa IBLIS yang datang hanya mau menghancurkan KEBESARAN PANJI KERAJAAN ALLAH Di ATAS OTORITAS ADAT BANGSA PAPUA–SEBAGAI BANGSA KEPUNYAAN ALLAH PENCIPTA BUMI Dan ALAM SEMESTA PAPUA RAYA Tercinta.
     
    Wahai Bangsaku, Kaum Kerabatku Kenapa Bangsa Papua kamu tidak Percaya pada TUHAN dan ALAM SEMESTA di ATAS TANAH PAPUA? Bukankah Papua adalah Taman Eden? Mari Kita Membangun Bangsa yang sudah dihancurkan Missionaris, Kapitalisme Amerika dan Dominasi Kekuasaan Politik Indonesia.
    Sumber: ://merwandnews.blogspot.com/ Mr: Merwand wandikbo, Artikel pribadi http
     
     photo 10157336_236740293197660_4426391203945210162_n_zps38b20ecb.jpg
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif