Headlines News :
 photo SYUKUR1_zpsb8b9b75c.gif
Hendaklah kamu sepikir, sehati, sejiwa, satu dalam kasih ::>>Voice of Walak Student ::>> Naor Lano. Diberdayakan oleh Blogger.

    Reggae is My Life

     photo rt_zpsd46b958b.jpg
     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg
     photo Banner2_zps5035c662.jpg

    One People One Soul

    Tampilkan postingan dengan label aliansi mahasiswa papua. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label aliansi mahasiswa papua. Tampilkan semua postingan

    P A T R I O T I K

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta SPM Group Online
    Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau "heroism" dan "patriotism" dalam bahasa Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga. Jadi Istilah atau Arti kata Patriotik, Patriotisme adalah Cinta Tanah Air. Selebihnya anda Bisa Tanya Sama Pace Google atau Mace Yahoo ! Ok Kawan Teruslah Berjuang Sampai Papua Merdeka !

    Tulis text anda disini

    M I L I T A N


     photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

    Militan

    Kata militan merujuk kepada orang atau kelompok orang-orang yang ikut serta dalam suatu pertempuran fisik/verbal yang agresif, biasanya dikarenakan suatu penyebab. Jurnalis seringkali mempergunakan kata miiltan sebagai istilan netral untuk prajurit yang tidak termasuk di dalam suatu organisasi militer. Secara khusus, seorang yang militan turut serta dalam tindak kekerasan sebagai bagian dari alasan memperjuangkan suatu tujuan politis.

    Secara populer, kata "militan" seringkali disamaartikan dengan teroris, walaupun mungkin dengan karakteristik yang lebih lemah. Istilah "negara militan" dalam bahasa sehari-hari merujuk kepada suatu negara yang memiliki sikap agresif dalam mendukung sebuah ideologi atau perkara. Dalam bahasa Perancis, istilah "militan" memiliki makna yang lebih lunak yang berarti "aktivis".



    Tulis text anda disini

    1 Desember 2014 AMP Akan Turun Jalan di Jakarta

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua

    1 Desember 2014 AMP Akan Turun Jalan di Jakarta

    Seruan aksi....!!!
    Dalam rangka memperingati 53 Tahun Deklarasi Papua Batat 1 Desember 1961. Kami mengajak seluruh mahasiswa/i Papua Batat yang berada di Jawa dan Bali untuk dapat hadir dalam aksi demo damai pada:
    Hari/tgl : senin 1 Desember 2014

    Pukul : 07.00 s.d selesai
    Rute Aksi : Bundaran HI - Istana Negara
    Titik kumpul : Pasar Minggu, PGC Cililitan, Kampus UKI, Bundaran HI.
    Demikian Seruan aksi ini kami buat, atas partisipasi kawan-kawan kami ucapkan jabat Erat.
    Salam pemberontakan.
     Jakarta-- Mahasiswa dan Mahasiswi Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) siap akan melakukan demonstrasi damai jalannya 53 tahun Deklarasi Negara Papua Barat 1 Desember 1961. 
    Thema yang akan di bawakan yaitu “Berikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasip Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat” Jefry Wenda Ketua Umum AMP mengatakan aksi nasional siap akan dilaksanakannya. 
    Bersama panitia dan pengurus telah mempersiapkan kesiapan dan persiapan atribut dan perangkat aksi 1 Desember nanti. (ungkapnya). 
    Lanjut dia, aksi tahun ini akan dipusatkan ibukota kolonial Jakarta. Konsolidasi masa pun telah cukup kami lakukan, karena pimpinan komite kota serta anggotanya mulai dari tanah air Papua hingga Jawa dan bali akan partisipasi dalam hari besar ini. (Katanya). 
    Ketua Panitia Sem Nawipa mengatakan kini memastikan 500 hingga 1000 masa aksi akan hadir. Kantanya, sebagai mahasiswa kita tidak boleh diam untuk memperjuangkan hak hidup, dan hak politik kita yang telah di rampas oleh Jakarta, kurang lebih 53 tahun yang lalu. 
    Jefry Wenda mengatakan Deklarasi Negara Papua Barat sejak 1 Desember 1961, nyatanya tidak diakui oleh Indonesia dengan beberapa klaim yang tidak berdasar sama sekali. 
    Wujud dari tindakan Indonesia yang mengakui pembentukan Negara Papua Barat dilakukan dengan Invasi militer yang dilakukan sejak dikeluarkannya Trikora (tiga komando rakyat), 19 Desember di Alun-Alun Utara Yogyakarta melalui mobilisasi kekuatan militer dilakukan untuk menggagalkan negara baru yang berumur 18 hari tersebut. 
    Dalam rentetan ini berbagai operasi militer dilancarkan untuk menganekasasi Papua Barat kedalam pangkuan Jakarta-Indonesia. Lanjut Jefry : walau Indonesia berhasil menggagalkan berdirinya negara Papua dan memaksakan rakyat Papua untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perjuangan untuk mewujudkan terbentuknya sebuah Negara Papua tidak pernah surut dan tidak mampu meredam keinginan rakyat Papua untuk mendirikan sebuah Negara yang berdaulat sama seperti negara – negara lain di dunia. 
    Lanjut, Jakarta mengklaim persoalan di Papua persoalan kesejateraan sosial dan ekonomi, namun kami punya hutan, kami punya gunung, kami punya laut serta segala isinya, namun kami tidak membanggakan ke semua ini. 
    Kami memperjuangkan “Ideologi sebagai sebuah bangsa” cakupannya yaitu memperjuangkan harga diri kami sebagai sebuah bangsa, memperjuangkan hidup kami, memperjuangkan jati diri kami sebagai bangsa malanesia, terlebih adalah persoalan ideologi yang telah di rampas oleh Batavia – Jakarta. (Ungkapnya). 
    Oleh   : Marinus Gobai
    Editor : Wandikbonak

    Masyarakat, Pemuda, dan Mahasiswa Papua Marilah berjuang dengan sunguh-sunguh dan serius, setia, jujur, bijaksana, aktif serta kontinuitas untuk PAPUA MERDEKA

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua

    Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) memperingatkan kepada pemuda dan mahasiswa papua untuk tidak menjadi agen kolonial Indonesia melalui Komite Nasional Pemuda Pancasila Anti Korupsi Indonesia Propinsi Papua (KONPAK).

    Kami Masyarakat, Pemuda, dan Mahasiswa Papua TIDAK ada kepentingan apapun berbicara tentang tetang korupsi di tanah papua. Kami Bangsa Papua murni ingin "PAPUA MERDEKA" memisahkan diri dari kolonial indonesia, Kami pemuda dan mahasiswa papua dilahirkan untuk meneruskan sapirasi bangsa papua untuk keluar dari cengkraman kolonial indonesia. Kami berjuang demi KEBENARAN sejarah sang Bintang Kejora, bukan membahas masalah Korupsi, Kesejahtraan, Pembangunan, UP4B, OTSUS di papua. Sebab Korupsi itu bukan budaya orang suku bangsa melanesia papua. 

    Kami memberitahukan kepada kawan-kawan pemuda dan mahasiswa papua yang sedang terlibat mengambil bagian di organisasi atau komunitas butan penjajah (indonesia) dalam hal ini adalah KONPAK PAPUA, Silahkan saja anda berbicara atau membahas di Jawa - Jakarta disana, karena korupsi itu berasal dari sana dan itu sudah budaya mereka, jangan bawah-bawah masalah korupsi di papua apalagi menggerahkan masyarakat, pemuda dan masyarakat untuk melawan korupsi apa sih untungnya bagi orang papua ???  Apa lagi menyebut pemuda pacasila papua,....wow..wow..wow..Dalam rangka apa ini ??? Dari sudut pandang apa ini ??? Memangnya nenek moyang bangsa melanesia (Papua) pernah berjuang untuk indonesia merdeka ??? 

    Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) murni berjuang untuk "Papua Merdeka" BUKAN urus masalah korupsi dan sebagainya. Kami memberitahukan kepada KOMPAK PAPUA untuk tidak mempengaruhi rakyat, pemuda, dan mahasiswa yang sedang berjuang untuk keluar dari cengkraman kolonial indonesia dengan politik, pembanguna, kesejahtraan, UP4B dan sebagainya.

    Apa pentingnya orang papua bicara korupsi ??? Apa untungnya korupsi di papua ??? Sedangkan kami rakyat papua ingin MERDEKA penuh sebagai Negara Berdaulat, Bukan bicara tentang OTSUS, UP4B, PEMBANGUNAN, PEMEKARAN, KESEJAHTRAAN dan Segala Macam di seluruh Tanah Papua kami mengutuk keras siapapun ANDA !

    " HAI PEMUDA DAN MAHASISWA PAPUA DIMANAPUN ANDA BERADA, BERJUANG DAN BERBICARALAH DEMI BANGSA DAN TANAH PAPUA BERSAMA KEBENARAN SEJARAH SANG BINTANG KEJORA"

    ++++++----------------------------------------++++++
    AMP 


     Masyarakat, Pemuda, dan Mahasiswa Papua Marilah berjuang dengan sunguh-sunguh dan serius, setia, jujur, bijaksana, aktif serta kontinuitas untuk PAPUA MERDEKA !

    ZAMAN INI MENUNTUT MAHASISWA MENULIS

    Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta HMPW Se-Jayapura Papua

    Oleh Topilus B. Tebai #

    Bastian Tebai (foto Pdibadi fb)


    Ini beberapa dialog yang saya ikuti.
    “Ah, sob, sa trada bakat di bagian situ jadi, kamu lanjutkan saja,” kata Mikha (bukan nama sebenarnya). 
     
    “Tra menulis juga kita hidup moo. Jangan saling paksa untuk menulis. Semua mahasiswa to, jadi atur masing-masing,” begitu komentar Jack (bukan nama sebenarnya) dalam sebuah diskusi soal tulis menulis.
     
    “Kita itu bukan butuh orang yang jago tulis-tulis di media massa. Kita itu butuh orang yang kerja di lapangan, turun ke jalan,” kata seorang aktivis ketika seorang rekan mengajak penjelasan lisannya dituliskan dalam bentuk tulisan untuk ditawarkan kepada media-media online agar dibaca publik.
     
    “Mantap. Tingkatkan adik-adik.” Itu saja komentarnya ketika ditawari membeli sebuah majalah yang dibuat oleh anak-anak Papua di tanah rantau dua hari yang lalu. Kakak itu bahkan tidak punya gairah untuk membeli. Jangankan membeli, membuka lembar demi lembar, sekedar untuk melihat pun tidak. Cover luar mungkin sudah cukup baginya.
     
    Potongan-potongan dialog di atas saya kira telah mewakili sebagian kecil dari gambaran realita hidup mahasiswa Papua ketika bersentuhan dengan kalimat ‘tulis menulis’. 
     
    ***
    Ketika membuka facebook, saya dapati banyak mahasiswa Papua cukup up to date dengan perkembangan tanah Papua saat ini, perkembangan Indonesia dan dunia. Hal ini tercermin dari artikel dan berita yang dibagikan melalui facebookdan twitter.
     
    Mahasiswa Papua cenderung lebih suka membagi masalah-masalah hak asasi manusia seperti pelanggaran HAM di Papua, mengenai Persipura dan sepakbola, dan mengenai kekayaan alam Papua dan eksploitasinya.
     
    Banyak mahasiswa Papua yang memaki, marah atas kekeliruan penulisan dan perekayasaan fakta di media-media nasional atas peristiwa-peristiwa -terutama yang bersentuhan dengan hak orang Papua untuk menentukan nasib sendiri- yang terjadi di tanah Papua. Mahasiswa marah karena tahu, fakta yang terjadi tidak seperti yang ditulis sang penulis. 
     
    Di beberapa tulisan yang dibuat oleh anak muda Papua, banyak dari kita yang terlihat cukup pandai dengan memberi komentar mengenai apa yang ditulis. 
    Beberapa dari kita merasa ‘nyaman’ dengan cukup menunggu artikel dan berita yang dihasilkan beberapa media online untuk kemudian dicopy paste ke blog milik pribadi dengan atau tanpa menyertakan sumber. Dari blognya, kemudian artikel itu dibagikan kepada publik melalui facebook dan twitter.
     
    Di majalahselangkah.com misalnya, beberapa mahasiswa Papua mengirim tulisan yang cukup ‘wah‘. Setelah dilacak melalui internet, banyak tulisan yang ternyata adalah hasil copy paste karya orang lain. Ini plagiat. Bisa kena hukuman karena melanggar hukum.
     
    Beberapa dari kita sibuk mengambil potongan-potongan kalimat dari beberapa tokoh orang Papua dan dibagikannya kepada publik, tanpa menilai dahulu apakah kalimat yang terucap dari sang tokoh masih relevan untuk dikonsumsi publik, cenderung ambigu bila dipotong dan disendirikan, sehingga apakah bertentangan atau tidak dengan eksistensi dan pendirian sang tokoh di tengah gejolak sosial politik ekonomi di Papua. Ini sepele, tetapi dapat mengubah mindset publik soal elektabilitas tokoh.
     
    Sementara yang lain bahkan fokus hanya untuk kuliah. Hidup selama minimal 4 tahun kuliah hanya diabdikan untuk ke kampus, belajar, tidur dan makan, sehingga akhirnya lupa diri dengan tugasnya sebagai mahasiswa, menjalankan aspek lainnya dari Tri Dharma Mahasiswa.
    ***
    Kondisi sosial-politik-ekonomi dan budaya di Papua dengan cepat berganti rupa. Zaman sedang bergerak. Perubahan sedang terjadi. Tahukah Anda kemana arah gerakannya? Bagaimana bila perubahan itu mengarah kepada kehancuran?
     
    Tugas mahasiswa Papua adalah mengarahkan perubahan itu ke arah yang baik. Menentukan arah yang baik dan yang tidak baik yang harus dijauhi juga adalah tugas mahasiswa. Mahasiswa bertugas mengobarkan api demokrasi dengan menjadi corong suara rakyat.
     
    Saluran untuk itu semua yang paling baik adalah menulis. Dengan menulis, ide-ide konstruktif kita akan dikonsumsi publik, kritik dan pendapat kita akan mengawal pembangunan, tulisan kita menjadi corong suara rakyat. Mahasiswa mesti mengkritisi sistem dan birokrat yang kapitalistik dan cenderung pro pusat dan pemodal- bila itu memang terjadi.
     
    Mahasiswa harus bangun dan mulai mengisi ruang-ruang yang disediakan media-media milik orang Papua dengan menulis. Mahasiswa harus sadar diri dan meningkatkan minat baca dan tulis. 
     
    Dan satu lagi, mahasiswa dituntut untuk sadar bahwa menulis itu proses, bukan bakat. Meminjam kalimat Yermias Degey, “Tak ada seorang ibu di dunia ini yang melahirkan seorang penulis”.
     
    Mahasiswa dituntut sadar diri dengan statusnya sebagai mahasiswa, untuk kegiatan copy paste berita dan atau artikel dan posting ke blog pribadi karena hanya akan menjadi pupuk penyubur budaya malas tulis dan instan. Mahasiswa Papua dituntut menulis sendiri, dan tidak plagiat.
     
    Mahasiswa Papua sebagai kaum terdidik mesti bangkit mendidik rakyat dengan menganalisa kondisi terkini dan ramalan akan hari esok, dan menyampaikannya dalam bentuk penyampaian lisan dan tertulis yang enak diterima. 
     
    Ini semua tugas kita, karena kita mahasiswa Papua sebenarnya punya kewajiban menjalankan jawaban dari pertanyaan ini: “Ingin dibawa kemana Papua ini?”
    ***
    Zaman yang sedang bergerak menuntut mahasiswa Papua untuk menulis. Menulis apa yang dilihat, dialami, dirasakan, didengar. Menulis itu kegiatan reflektif. Kita dituntut banyak membaca. 
     
    Bagaimana menulis? Banyak buku dan sumber yang dapat menjadi rujukan mahasiswa. Yang dibutuhkan mahasiswa adalah kemauan dan tekad.
    Sudah saatnya kita dengan tegas mengatakan akan menegur para penulis berita dan artikel di media nasional yang menulis berita yang kita pikir direkayasa itu dengan menyajikan yang sebenarnya terjadi, dan bukan lagi dengan mengomentari singkat dan memaki di facebook dan twitter. 
     
    Ingat kata-kata Pramoedya Ananta Toer, “Jika umurmu tidak sepanjang umur bumi, sambunglah dengan tulisan”. Sejarah bangsa harus lahir dan diukir dan ditulis oleh anak bangsa sendiri.
     
    Ini kata-kata Adolf Hitler, pimpinan Nazi Jerman pada Perang Dunia II, “Saya tidak takut pada ujung senjata. Saya hanya takut pada ujung pena.”
    Topilus B. Tebai, Mahasiswa Papua, Penulis di majalahselangkah.com.
    Sumber : http://majalahselangkah.com/content/zaman-menuntut-mahasiswa-menuli

    Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)


    Apa yang terjadi jika warga PNG, Vanuatu, Fiji, Kep. Solomons, Timor Leste dan Kanaky bangkit dan mendesak pemimpin mereka untuk mendukung Papua Barat?

    Apa yang terjadi jika warga PNG, Vanuatu, Fiji, Kep. Solomons, Timor Leste dan Kanaky bangkit dan mendesak pemimpin mereka untuk mendukung Papua Barat?
    Apa yang terjadi jika warga Papua New Gunea, Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomons, Timor Leste dan Kanaky bangkit dan mendesak pemimpin mereka untuk mendukung Papua Barat? Kemenangan bagi Papua Barat di Melanesia

    Papua Bakal Resmi Menjadi Anggota MSG, Bulan Depan

    Papua Bakal Resmi Menjadi Anggota MSG, Bulan Depan
    Papua Bakal Resmi Menjadi Anggota MSG, Bulan Depan JAYAPURA – Pengamat Hukum Internasional, Sosial dan Politik FISIP Uncen Jayapura, Marinus Yaung, mengatakan, jika pertemuan rekonsiliasi masyarakat Papua di

    MSG Membicarakan Tentang Papua Barat

    MSG Membicarakan Tentang Papua Barat
    Melanesian Spearhead Group (MSG) Membicarakan Tentang Papua Barat Diterbitkan oleh lanitribe pada 30 Mei 2014 Negara-negara anggota MSG termasuk Fiji akan membuat keputusan resmi tentang jalan ke depan dalam me

    Vanuatu Tegaskan Kembali Komitmen Terhadap Isu Pembebasan West Papua

    Vanuatu Tegaskan Kembali Komitmen Terhadap Isu Pembebasan West Papua Perdana Menteri Vanuatu, Joe Natuman (IST) Port Moresby, 2/7 (Jubi) – Pemerintah Vanuatu akan terus mendorong isu Papua Barat di level PB

    Pemimpin gereja Methodist di Fiji mengenakan pita khusus karena mereka nyatakan sikap solidaritas untuk Papua Barat.

    Pemimpin gereja Methodist di Fiji mengenakan pita khusus karena mereka nyatakan sikap solidaritas untuk Papua Barat. Perjuangan Papua Barat untuk merdeka dari Indonesia adalah salah satu gereja telah lama mendukung.

    Vanuatu withdraws from MSG mission to Indonesia, West Papua

    Vanuatu withdraws from MSG mission to Indonesia, West Papua http://www.komnas-tpnpb.net The Vanuatu government has withdrawn from a Melanesian Spearhead Group Foreign Ministers delegation to Indonesia to discuss

    DUKUNGAN RAKYAT PAPUA ATAS DIGELARNYA PASIFIK ISLAND FORUM (PIF)

    DUKUNGAN RAKYAT PAPUA ATAS DIGELARNYA PASIFIK ISLAND FORUM (PIF)
    DUKUNGAN RAKYAT PAPUA ATAS DIGELARNYA PASIFIK ISLAND FORUM (PIF) Perayaan Ibadah Bersama Berbagai Komponen Gerakan dan Rakyat Bangsa Papua Barat Dalam Dukungan Pertemuan Forum Pasifik Di Negara Republ

    Pasukan Indonesia Berburu Pemberontak Menakuti Warga Papua New Gunea (PNG)

    Pasukan Indonesia Berburu Pemberontak Menakuti Warga Papua New Gunea (PNG)
    Pasukan Indonesia Berburu Pemberontak Menakuti Warga Papua New Gunea (PNG) - Pada beberapa kesempatan, tentara datang dan membakar rumah-rumah Diterbitkan oleh lanitribe pada April 14, 2014 Jayapura, 14/4 (Jubi) -
     
     photo 10157336_236740293197660_4426391203945210162_n_zps38b20ecb.jpg
     photo TPamonaanigif_zpsabf50008.gif